Anies Sebut Pulau Reklamasi Sebagai Pantai, Respon Susi Pudjiastuti Tuai Komentar Kocak Warganet


Beritaterheboh.com - Daratan hasil reklamasi kini bukan lagi disebut sebagai pulau, melainkan pantai. Hal itu dikemukakan oleh pihak Pemerintah Provinsi DKI. Di kalangan anggota dewan, penjelasan Pemprov DKI memicu kontroversi diksi.

Kontroversi soal 'pulau atau pantai' ini diawali oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Dia menyebut menjelaskan hasil reklamasi itu adalah pantai. Dengan pemahaman ini, maka yang selama ini disebut sebagai pulau-pulau reklamasi digolongkan sebagai pantai.

"Kan sudah dibilang bahwa itu merupakan pantai atau bagian dari daratan. Maka konsep pulau A, B, C, D sampai K, L, M, N, O, P itu tidak ada lagi. Konsep pulau jadi konsepnya pantai. Bagian dari daratan, termasuk yang diperluasan Pantai Ancol," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (17/6/2019) pekan lalu.



Sepekan kemudian, tampil Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang menegaskan penjelasan itu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, daratan hasil pulau reklamasi adalah pantai dan bukan pulau.

Penjelasan Anies bahwa daratan hasil reklamasi itu adalah pantai dia utarakan di acara halalbihalal bersama caleg Gerindra DKI, di Hotel Grand Sahid, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019).


"Dari reklamasi saja, disebutnya pulau reklamasi. tidak ada pulau. Yang disebut pulau itu adalah daratan yang terbentuk proses alami. Kalau daratan yang dibuat manusia itu namanya pantai, bukan pulau," kata Anies saat itu.

Fraksi PDIP DKI muncul sebagai pihak yang pertama kali menanggapi dengan ketidaksetujuan terhadap penjelasan Anies. Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menegaskan daratan hasil reklamasi tetaplah disebut sebagai pulau.


"Pulau lah, itu kan terpisah dari pantai. Itu kalau menurut analisa kami dari PDIP bahwa dia menyatukan pulau buatan dengan pantai itu karena ngedrop Raperda yaitu Raperda tata ruang," kata Gembong kepada wartawan.

Pernyataan PDIP disusul dengan pembelaan dari Fraksi Partai Gerindra. Menurut anggota Fraksi Gerindra di DPRD DKI, Syarif, penjelasan Anies sudah mencakup pemahaman mendasar tentang hasil reklamasi.

"Pulau kan daratan yang terjadi karena alam, sedangkan pantai itu bisa lahan buatan," kata Syarif.


Dari level pemerintah pusat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan adalah pihak yang menanggapi soal kontroversi diksi ini. Dia menanggapi dengan keengganan untuk ikut bermain kata.

"Saya nggak mau bersilang pendapat, dan saya nggak mau bermain kata-kata. Jelas sudah semua dulu yang saya pernah katakan. Sekarang itu sudah gubernur, biarin aja lah, biar gubernur yang ngurus," kata Luhut ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Pulau Atau Pantai, Kontroversi Penyebutan ReklamasiSyarif, anggota Fraksi Partai Gerindra (Dok DPRD DKI Jakarta).


Definisi pulau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, 'pulau' adalah tanah (daratan) yang dikelilingi air (di laut, di sungai, atau di danau). Adapun arti 'pantai' adalah tepi laut atau pesisir. Makna kedua adalah "perbatasan daratan dengan laut atau massa air yang lain dan bagian yang dapat pengaruh dari air tersebut". Makna ketiga adalah "daerah pasang-surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah".

Dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) pada 10 Desember 1982, definisi pulau tercantum dalam Pasal 121 tentang Rezim Pulau. "Sebuah pulau adalah area daratan yang terbentuk secara alamiah, dikelilingi oleh perairan, dan di atas permukaan air saat pasang tinggi," demikian bunyi Pasal 121 UNCLOS


Respon Susi Pudjiastuti Tuai Komentar kocak warganet









Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anies Sebut Pulau Reklamasi Sebagai Pantai, Respon Susi Pudjiastuti Tuai Komentar Kocak Warganet"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.