Shobri Lubis Minta Pemerintah Bayarkan Denda HRS, KBRI Beri Jawaban Telak!


Beritaterheboh.com - Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tidak pernah menghalangi Imam Besar FPI Rizieq Shihab pulang ke tanah air. Sebaliknya, KBRI justru senantiasa membantu WNI yang mengalami kesulitan.

"Pembunuh yang jelas-jelas pembunuh saja kami bela, apalagi Habib Rizieq Shihab," tutur Agus dalam salah satu program acara di TV One, Rabu (10/7).

Diketahui, tenaga kerja asal Indonesia Eti binti Toyib bebas dari hukuman mati atas kasus pembunuhan majikan. Kala itu, KBRI berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp18 miliar untuk membayar ganti rugi kepada ahli waris majikan yang dibunuh Eti. 


Agus memastikan KBRI bakal memberikan pendampingan kekonsuleran andai Rizieq dicegah meninggalkan Arab Saudi. Akan tetapi, sejauh ini belum ada nota diplomatik yang diterima KBRI dari Kemenlu Arab Saudi terkait Rizieq Shihab.

Gaya diplomasi pemerintahan Presiden Joko Widodo, kata Agus, selalu memprioritaskan WNI di mana pun berada. Agus menekankan hal itu berlaku termasuk Rizieq dan WNI lain yang sedang tinggal di Arab Saudi.

"Kami sangat koperatif berikan pelayanan kepada warga negara Indonesia," kata Agus.

Sebelumnya, Agus mengatakan Rizieq mesti membayar denda karena singgah di Arab Saudi melebih izin masa tinggal atau overstay sejak 21 Juli 2018. Nominal yang harus dibayar yakni Rp110 juta per orang atau sekitar Rp550 juta ditambah 4 anggota keluarga Rizieq.

Mengenai hal itu, Agus mengatakan KBRI tidak bisa membayarkan denda yang harus ditanggung Rizieq. Alasannya, KBRI tidak memiliki tradisi menempuh langkah tersebut.

Jika bantuan pembayaran denda diberikan kepada Rizieq, Agus khawatir WNI lain pun bisa saja meminta hal serupa. Jika demikian, anggaran KBRI bisa habis hanya untuk membayarkan denda overstay WNI.

"Kalau visa habis saya kira Habib Rizieq sudah komunikasi dengan kawan-kawan beliau di Jakarta untuk meng-handle itu. Saya kira Rp600 juta angka kecil lah. Cuma kalau kami harus bayar, kami tidak punya tradisi itu," kata Agus.


Sebelumnya, mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan agar rekonsiliasi juga dilakukan dengan menjamin kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Usul ditolak oleh sejumlah politisi pengusung Jokowi-Ma'ruf selaku pemenang Pilpres 2019.

Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade mengatakan ada 'faktor x' yang menghambat Rizieq pulang ke Indonesia. Faktor tersebut hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebut Rizieq sudah tak memiliki izin tinggal di Arab Saudi sejak 21 Juli 2018. Rizieq telah melampaui izin masa tinggal atau overstay sehingga harus membayar denda.

"Ya bayar denda overstay (bila ingin keluar Arab Saudi). Satu orang Rp110 juta, kalau lima orang, ya, tinggal kalikan saja," kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (10/7).(cnnindonesia.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Shobri Lubis Minta Pemerintah Bayarkan Denda HRS, KBRI Beri Jawaban Telak!"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.