Polisi Tangkap Penggagas Grup, Buzzer, dan Admin WhatsApp Anak STM. Ini Identitasnya


Beritaterheboh.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tak hanya meringkus RO (17) selaku kreator grup WhatsApp 'STM/K Bersatu', namun juga menahan enam orang lainnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menangkap tujuh orang (termasuk RO) setelah menemukan sekira 14 grup WhatsApp terkait STM ataupun SMK.


"Dari 14 grup WhatsApp, tujuh orang sudah dilakukan penindakan. Dari tujuh orang itu, satu orang sebagai kreator (RO, - red) yang kita tangkap tadi malam," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Adapun enam orang yang diamankan kepolisian selain RO antara lain berinisial MPS (17), WR (17), DH (17), MAN (29), KS (16), dan DI (32).


Dalam kesempatan sama, Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan keenam orang ini merupakan pengelola grup-grup WhatsApp terkait STM ataupun SMK.

MPS yang ditangkap di Garut, Jawa Barat merupakan pelajar yang mengelola grup WhatsApp 'SMK-STM se-Nusantara'.

Kemudian, WR dan DH sama-sama ditangkap di wilayah Bogor, Jawa Barat. WR diketahui merupakan pengelola grup WhatsApp 'SMK-STM se-Jabodetabek', sementara DH merupakan pengelola grup WhatsApp 'Jabodetabek Demokrasi'.

Selanjutnya, MAN yang ditangkap di Subang, Jawa Barat merupakan pengelola grup WhatsApp 'STM se-Jabodetabek'.

Sementara KS diamankan di Batu Malang, Jawa Timur merupakan pengelola grup WhatsApp 'SMK-STM se-Jabodetabek'. Terakhir, DA diketahui adalah pengelola grup WhatsApp 'SMK-STM'.

"Semua diamankan di masing-masing Polres, Polres Garut, Bogor, Subang dan Malang. Kecuali kreator diamankan di Direktorat Siber Bareskrim Polri," kata Rickynaldo.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap RO (17), yang merupakan kreator dari grup WhatsApp 'STM/K Bersatu'. Yang bersangkutan juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, penangkapan ini merujuk pada viralnya tangkapan layar nomor telepon diduga milik polisi yang masuk dalam grup WhatsApp (WA) pelajar STM di Twitter.


Dalam grup itu, nomor diduga milik polisi sempat menuliskan pesan dimana dirinya meminta uang bayaran sebagai upah terkait kerusuhan unjuk rasa.

"RO sebagai kreator ditangkap tadi malam. RO dengan sengaja membuat grup (WhatsApp) 'STM/K Bersatu'," ujar Kasubdit II Dirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Rickynaldo mengatakan RO ditangkap oleh jajarannya di kawasan Depok, Jawa Barat, pada Selasa (1/10) malam.

Ia menegaskan bahwa RO memiliki peran sebagai orang yang pertama kali membuat grup tersebut. Menurutnya, RO membuat grup itu untuk menggalang massa agar turut terlibat dan terjun dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI.

Dari grup tersebut, muncul grup-grup WhatsApp lainnya yang turut memprovokasi pelajar agar turut berunjuk rasa mengolah sejumlah Revisi Undang-Undang.

"Saudara RO membuat grup untuk bergabung menghimpun kekuatan dan massa untuk bergabung menuju DPR Senayan, untuk demo RUU KUHP, di Gedung DPR," kata dia.

Atas perbuatannya, kepolisian menjerat RO dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, melakukan tindakan kekerasan terhadap penguasa umum dengan ancaman bui enam tahun penjara.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi Tangkap Penggagas Grup WhatsApp ''STM/K Bersatu''

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Polisi Tangkap Penggagas Grup, Buzzer, dan Admin WhatsApp Anak STM. Ini Identitasnya"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.