Alasan Marcell Minta MK Larang yang Belajar Nyetir Sendiri Dapat SIM



Beritaterheboh.com - Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), SIM bisa didapat lewat belajar mengendarai kendaraan secara otodidak. Namun, menurut Marcell Kurniawan dan Roslianna Ginting, hal itu inkonstitusional. Keduanya menggugat UU LLAJ ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasal yang digugat yaitu Pasal 77 ayat 3 UU LLAJ, yang berbunyi:

Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, atau belajar sendiri.


Berikut beberapa argumen keduanya yang dikutip dari berkas gugatan yang didaftarkan ke MK yang dikutip detikcom, Rabu (29/1/2020):

1. Bertentangan dengan Pasal 77 ayat 1 UU LLAJ, yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.

2. Bertentangan dengan Pasal 79 ayat 1, yang berbunyi:

Setiap calon Pengemudi pada saat belajar mengemudi atau mengikuti ujian praktik mengemudi di jalan wajib didampingi instruktur atau penguji.

3. Bertentangan dengan Pasal 42 ayat 1 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Instruktur atau penguji harus memenuhi syarat kompetenti sesuai UU Sisdiknas. Namun hal itu tidak diatur dalam UU LLAJ.

Pasal 42 ayat 1 UU 20/2003 berbunyi:
Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

4. Pasal 28 D UUD 1945 ayat 1, yang berbunyi:


Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum

5. Belajar nyetir sendiri memiliki resiko kecelakaan tinggi.

"Di mana dengan belajar menggunakan kendaraan pribadi yang tidak dilengkapi dengan rem dan kopling darurat, serta tidak didampingi instruktur yang kompeten, telah terbukti banyak menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kerugian. Seperti hilangnya nyawa seseorang, cidera parah dan ringan, kerusakan properti, dan kerusakan fasilitas umum," ujar Marcell-Roslianna.

UU LLAJ juga sedang digugat oleh mahasiswa UKI Jakarta, Eliadi Hulu dan Ruben Saputra. Bedanya, dua mahasiswa itu meminta kewajiban menyalakan lampu di siang hari bagi pemotor dihapuskan. Sidang perdana rencananya akan digelar pada 4 Februari 2020. (detik.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan Marcell Minta MK Larang yang Belajar Nyetir Sendiri Dapat SIM"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.