Ini Cara Cegah Virus Corona Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UNS

Beritaterheboh.com - Merebaknya virus Corona yang terjadi di China akhir-akhir ini membuat masyarakat dunia was-was. Tidak terkecuali di Indonesia. Meskipun hingga kini belum ditemukan adanya kasus ini di Tanah Air.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang juga Dekan FK UNS, Dr. Reviono, mengatakan, virus Corona merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan. Virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Penularan virus Corona sangat cepat karena melalui manusia ke manusia. Sehingga masyarakat harus mengetahui gejala apa saja yang dirasakan jika terkena virus Corona ini. Untuk gejalanya meliputi batuk, demam, kesulitan bernapas, ada riwayat kontak dengan pasien positif terkena virus Corona. Selain itu yang bersangkutan melakukan bepergian ke luar negeri.

"Kalau ada yang mengalami gejala seperti itu, segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit supaya bisa segera dicek dan memperoleh tindakan medis," ujar Dr. Reviono, Senin (27/1).

Meski demikian, menurutnya, masyarakat tidak perlu panik. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena virus Corona. Di antaranya dengan sering melakukan cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, mengkonsumsi gizi seimbang, memperbanyak makan sayur dan buah, menjaga kebugaran tubuh, menghindari sumber infeksi, rajin berolahraga dan istirahat cukup.

"Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak. Kalau sedang flu jangan keluar rumah supaya tidak jadi sumber infeksi. Selalu cuci tangan ketika habis bepergian itu sangat penting. Karena tangan kita sering menyentuh pegangan pintu, pegangan tangga, dan lainnya dikhawatirkan tangan kita terkena virus," katanya.

Menurut dia, Indonesia, belum ada yang terjangkit virus Corona ini. Pemerintah, lanjut dia, juga telah siaga dalam menyikapi hadirnya virus ini. Yaitu dengan menutup penerbangan dari dan ke China serta memasang alat detektor panas tubuh di berbagai bandara.

baca juga:
Pengakuan Korban Sembuh dari Virus Corona: Saya Orang Pertama yang Pulih dari Kondisi Kritis


"Jadi kalau ada yang terkena virus Corona, maka suhu tubuh meningkat. Sehingga di beberapa bandara memasang alat ini untuk mendeteksi yang terinfeksi virus Corona," katanya.

Reviono menambahkan, kasus virus Corona di Wuhan, China, telah menelan korban jiwa mencapai puluhan orang yang kebanyakan merupakan orang tua dengan penyakit penyerta. Sedangkan 80 persen penderita sembuh karena tidak ada penyakit penyerta dan usia tergolong masih muda.

Dia menambahkan, 80 persen pasien di China sembuh dengan sendirinya karena memang belum ada vaksin khusus virus corona. Sebagai contoh, imbuh dia, jika orang terkena flu, tidak minum obat pun bisa sembuh karena virus dengan umurnya bisa mati sendiri. Di dalam tubuh manusia terdapat interferon yaitu berupa protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respons tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, seperti virus.

"Kalau produksi interferon cukup maka virus bisa terkendali pertumbuhannya dan mati sendiri. Namun kalau sudah berusia tua dan ada penyakit yang disertai, produksi interferon tidak cukup dan virus bisa tumbuh terus," tutup dia.(merdeka.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Cara Cegah Virus Corona Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UNS"

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.