Vietnam Tanpa Kasus Positif Corona dalam 4 Hari Beruntun. Ternyata Ini Strateginya

Warga mengantarkan beras yang akan dibagikan gratis di Hanoi, Vietnam. Foto: Reuters/Kham Beritaterheboh.com - Vietnam semakin menunjuk...

Warga mengantarkan beras yang akan dibagikan gratis di Hanoi, Vietnam. Foto: Reuters/Kham


Beritaterheboh.com - Vietnam semakin menunjukkan kemajuan dalam memerangi penyebaran virus corona. Hal itu menyusul tak adanya kasus baru positif corona dalam empat hari beruntun semenjak Jumat (17/4).  

Diberitakan Bernama yang mengutip ANN, sejak kasus pertama terdeteksi pada pertengahan Januari lalu, Vietnam hanya mencatatkan 288 kasus hingga saat ini. Sebanyak 202 orang dinyatakan telah sembuh dan tak ada korban jiwa.  

Jumlah itu sangat jauh dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura dengan 6.588 kasus, Indonesia 6.575 kasus, dan Filipina 6.259. 


Warga Beraktivitas Kembali di Vietnam Foto: REUTERS/Kham

Dari jumlah kasus positif, 160 di antaranya merupakan kasus dari luar negeri atau imported case. Sementara, 108 lainnya berasal dari transmisi penduduk lokal. 

Saat ini, sebanyak 66 orang masih dirawat di rumah sakit, mayoritas berada di Hanoi. Sebanyak 20 orang di antaranya negatif corona setelah menjalani sekali tes.(kumparancom/artikel asli)

Pakai Strategi Perang, Begini Cara Vietnam Menang Lawan Corona COVID-19


Vietnam yang berbagi perbatasan sepanjang 1.100 kilometer dengan China, melaporkan 134 infeksi Virus Corona COVID-19 dan tidak ada korban jiwa sejak wabah mulai melanda pada Januari 2020. Sementara Jerman, angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan lebih dari 30.000 orang terinfeksi COVID-19, yang mengakibatkan 149 kasus kematian.

Bagaimana itu bisa terjadi?


Jika kita pertimbangkan angka ini secara seksama, satu hal terlihat jelas: sejauh ini Vietnam telah melakukan pekerjaan yang baik dalam memerangi penyebaran Virus Corona jenis baru itu. Demikian seperti dikutip dari DW Indonesia, Jumat (27/3/2020).

Pada perayaan Tahun Baru Tet (tahun baru Vietnam) akhir Januari lalu, pemerintah Vietnam telah "mendeklarasikan perang" melawan Virus Corona baru, meskipun wabah pada waktu itu masih terbatas di China. Dalam pertemuan Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc saat itu mengatakan bahwa tidak lama lagi Virus Corona COVID-19 akan sampai ke Vietnam.

"Memerangi epidemi ini, berarti memerangi musuh," ujar Phuc kala itu.

Bertindak Lebih Awal

Namun, suksesnya perang tersebut sebenarnya tergantung pada banyaknya dana pemerintah dan kuatnya sistem kesehatan masyarakat. Dua hal ini tidak dimiliki oleh Vietnam.

Vietnam tidak punya kapasitas untuk melakukan tindakan ala Korea Selatan dalam melawan Virus Corona COVID-19. Korea Selatan telah melakukan 350.000 tes, sedangkan sistem kesehatan di Vietnam sangat terbatas.

Nguyen Thanh Phong, Wali Kota Ho Chi Minh City, kota metropolitan yang menjadi tempat tinggal 8 juta orang, mengatakan bahwa rumah sakit di kota ini hanya memiliki total 900 unit perawatan intensif. Jadi, jika epidemi melanda kota kota, para petugas medis akan sangat kewalahan.

Untuk melakukan perlawanan terhadap Virus Corona COVID-19, Vietnam kemudian memberlakukan kebijakan karantina yang ketat, dan melakukan penelusuran lengkap terhadap semua orang yang berkontak dengan virus ini. Langkah-langkah ini dilaksanakan jauh lebih awal daripada di China.

Negara-negara Barat seperti Jerman hanya mencatat orang-orang yang terinfeksi dan mereka melakukan kontak langsung dengan orang itu. Namun Vietnam juga melacak kontak hingga tingkat kedua, ketiga dan keempat dengan orang yang terinfeksi.

Semua orang ini kemudian ditempatkan di bawah level pembatasan kontak yang ketat. Sejak awal, siapa pun yang tiba di Vietnam dari daerah berisiko tinggi akan dikarantina selama 14 hari. Semua sekolah dan universitas juga telah ditutup sejak awal Februari.

Negara Langsung Mengawasi

Alih-alih bergantung kepada obat-obatan dan teknologi untuk mencegah wabah Virus Corona COVID-19, aparat keamanan Vietnam menerapkan sistem pengawasan publik secara luas, dibantu oleh militer yang memiliki peralatan yang baik dan cukup dihormati warga.

Pejabat keamanan atau mata-mata Partai Komunis mengawasi di setiap sudut jalan dan di lingkungan serta desa-desa. Militer juga mengerahkan tentara untuk melawan Virus Corona COVID-19. Pengawasan ketat ini berhasil mempekecil jumlah orang yang melanggar peraturan.

Akan tetapi sistem ini juga punya kelemahan. Mereka yang menderita COVID-19 dikucilkan dari komunitas dan di media sosial.

Contohnya saja, seorang perempuan mendadak viral di internet setelah kasusnya dipublikasikan di Vietnam karena membawa virus itu ke Hanoi setelah berpelesir di Eropa. Dia dihina habis-habisan di media sosial karena mengabaikan instruksi untuk mendaftar ke pihak berwenang dan tetap berada di karantina.

Kasus perempuan ini adalah kasus istimewa karena sesampainya ia di Vietnam, 16 orang yang pertama kali menderita COVID-19 di negara itu sudah pulih. Jadi, dia dianggap sebagai orang yang mendatangkan kembali virus itu. Pengucilan terhadap mereka yang jatuh sakit ini menciptakan tekanan sosial yang luar biasa besar untuk tunduk pada peraturan pemerintah.

Gunakan Retorika Perang

Vietnam juga menerapkan semacam retorika perang dalam melawan Virus Corona COVID-19. Perdana Menteri Vietnam mengatakan bahwa "setiap unit usaha, setiap warga negara, setiap area perumahan harus jadi benteng untuk mencegah epidemi." Retorika ini rupanya tepat sasaran karena banyak orang Vietnam bangga dengan kemampuan mereka untuk bahu-membahu menanggung kesulitan selama krisis.

Media yang dikontrol pemerintah juga meluncurkan kampanye besar-besaran. Lagu di YouTube tentang cuci tangan yang benar yang disponsori Kementerian Kesehatan bahkan jadi viral.

Memang tidak ada penelitian untuk bisa membuktikan, tetapi suasana di media sosial dan menurut keterangan warga Vietnam menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat setuju dengan langkah yang diambil pemerintah.

Mereka bangga bahwa Vietnam bisa menangani krisis ini dengan baik. ‘Pejuang’ kampanye melawan Virus Corona COVID-19 yang paling populer di negara itu, yakni Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, dielu-elukan di Facebook sebagai pahlawan nasional.

Memang ada juga sejumlah orang yang tidak puas dengan kebijakan ini dan mempertanyakan hak-hak warga sipil, tetapi kebanyakan orang menerimanya.

Proyeksi kerugian ekonomi akibat wabah ini juga telah diterima secara luas oleh penduduk. Menurut angka pemerintah, sekitar 3.000 bisnis telah tutup dalam dua bulan pertama tahun 2020. Perusahaan besar seperti Grup Vin bahkan menutup puluhan hotel dan resor karena anjloknya pariwisata.

Guna meringankan beban perekonomian warga, pemerintah Vietnam telah menyediakan dana sebesar 1,1 miliar dolar AS untuk digelontorkan demi melancarkan likuiditas perekonomian.

Pemerintah juga menyerukan sumbangan sukarela. Dan, orang-orang memberikan bantuan semampu mereka karena mereka percaya kepada pemerintah selama krisis ini dan dalam perang melawan Virus Corona COVID-19.(liputan6com/artikel asli)
Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,396,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3428,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1785,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,179,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,24,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nas,1,Nasional,507,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,245,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,10,Politik,4924,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,Ragam,4,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sejarah,1,Seleb,84,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1848,UAS,27,UN,1,Unik,1,
ltr
item
Berita Heboh: Vietnam Tanpa Kasus Positif Corona dalam 4 Hari Beruntun. Ternyata Ini Strateginya
Vietnam Tanpa Kasus Positif Corona dalam 4 Hari Beruntun. Ternyata Ini Strateginya
https://1.bp.blogspot.com/-qEF8qoPcZIA/Xp09cjcGdNI/AAAAAAAAsjE/Na5quHHOi2ASac6tJv6C1u8igSTAnfbBACLcBGAsYHQ/s1600/ber.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-qEF8qoPcZIA/Xp09cjcGdNI/AAAAAAAAsjE/Na5quHHOi2ASac6tJv6C1u8igSTAnfbBACLcBGAsYHQ/s72-c/ber.jpg
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2020/04/vietnam-tanpa-kasus-positif-corona.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2020/04/vietnam-tanpa-kasus-positif-corona.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content