'Allahuakbar! Ini sudah mayat! Horor Pengakuan Petugas Koperasi Survey Pengajuan Hutang di Keluarga Kalideres

  Polisi mengungkap keluarga yang ditemukan tewas mengering di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) sempat ingin menjual rumahnya senilai Rp 1,...

 


Polisi mengungkap keluarga yang ditemukan tewas mengering di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) sempat ingin menjual rumahnya senilai Rp 1,2 miliar (M). Kriminolog Adrianus Meliala mencurigai adanya persoalan uang dalam kasus ini.

"Saya belum tahu. Tapi makin terasa ada persoalan uang dalam hal ini. Ini pernah saya ungkapkan dalam suatu wawancara dengan berbasis pengalaman terkait sekte-sekte apokaliptik di berbagai tempat," kata Adrianus kepada wartawan, Senin (21/11/2022).


Karena itu menurut pakar dari Universitas Indonesia (UI) ini, penting untuk mendalami persoalan uang tersebut. Dia menilai polisi akan menemukan titik terang jika mendalami kegunaan uang untuk menjual rumah itu.

"Jadi, penting bagi polisi untuk follow the money terkait kasus ini, pasti akan dapat titik terang," jelasnya.


"Fokus saya, mau dikemanakan uang itu setelah mereka mati? Pasti ada tujuannya, apakah itu akan diberikan kepada seseorang atau organisasi. Makanya follow the money menjadi penting," imbuhnya.


Dalam kasus ini, polisi juga menemukan bahwa saat mayat sekeluarga ditemukan, kondisi pintu rumah terkunci dari dalam. Adrianus menyebut adanya dugaan bahwa keluarga tersebut melakukan bunuh diri.


"Ya (dugaan bunuh diri)," katanya.


Empat orang sekeluarga yang tewas di Kalideres itu adalah Rudiyanto Gunawan (71) yang berstatus sebagai ayah, Renny Margaretha (68) yang berstatus ibu, Dian Febbyana (42) yang berstatus anak dan adik Rudi atau om bernama Budiyanto Gunawan (69).


Dalam kasus ini, polisi juga menemukan bahwa Renny Margaretha sudah ditemukan tewas pada 13 Mei lalu. Akan tetapi, anaknya Renny yang saat itu masih hidup masih memberikan susu kepada mayat ibunya dan menyisirkan rambut. Adrianus merasa aneh dengan hal itu.


"Soal memberi susu dan menyisir mayat, itu yang bagi saya aneh," katanya.


Adrianus Meliala sebelumnya juga mengungkapkan analisisnya soal dugaan sekeluarga Kalideres menganut sekte apokaliptik. Dia menduga korban yang tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa waktu merupakan salah satu ritual dalam sekte tersebut.


"Nah yang mau saya cermati adalah bahwa apakah hal ini memang suatu upaya dari pelaku pembunuhannya. Misalnya untuk membuat orang lain tidak curiga atau ini bagian dari ritual, bagian dari satu kelengkapan upacara bagi orang-orang yang memang punya satu cara berpikir berkeyakinan yang agak ekstrem," kata Adrianus kepada wartawan, Selasa (15/11).



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan angkat bicara soal analisis tersebut. Zulpan mengatakan pihaknya belum sampai pada tahap kesimpulan dari penyebab kematian keluarga korban.


"Itu belum bisa saya sampaikan dulu (dugaan ikut sekte) karena itu mengarah pada kesimpulan jadi belum bisa saya sampaikan. Sementara tim masih bekerja. Kita akan sampaikan kepada masyarakat secara scientific investigation apa penyebab kematian. Yang bisa dipastikan bukan karena kelaparan. Tapi penyebabnya apakah mereka menganut aliran tertentu atau ada hal lain masih didalami," pungkas Zulpan.

Fakta baru dari sekeluarga tewas mengering di Kalideres terungkap. Ternyata, ada saksi yang mengetahui dan melihat mayat si ibu di keluarga tersebut pada Mei 2022.

Polisi menjelaskan ada pegawai koperasi simpan pinjam yang sempat melihat salah satu mayat mengering di rumah Kalideres, Jakarta Barat. Dia bahkan sempat memegang mayat tersebut.

Pegawai koperasi simpan pinjam itu datang ke rumah di Kalideres, Jakarta Barat, pada 13 Mei lalu. Saat itu, dia hendak memproses gadai rumah itu. Dia dipandu oleh Budianto, yang belakangan juga sudah jadi almarhum, menjadi salah satu mayat yang mengering di rumah itu.

Pegawai koperasi mengecek sertifikat rumah yang hendak digadaikan. Sertifikat rumah itu atas nama ibu bernama Reny Margaretha. Budianto menyatakan Ibu Reny sedang tidur di kamar.


"Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk di dalam kamar. Begitu pintu kamar dibuka, pegawai ini masuk, menyeruak bau yang lebih busuk lagi," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, di markasnya, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Pegawai koperasi itu sebelumnya sudah mencium bau busuk begitu masuk rumah itu, namun bau dari kamar ini cenderung lebih busuk lagi. Begitu dia masuk kamar, Budianto mencegah pegawai koperasi itu untuk menghidupkan lampu.


"Ibu sudah tertidur, tapi jangan hidupkan lampu karena ibu saya sensitif terhadap cahaya," ujar Hengky menceritakan kembali kalimat Budianto kepada pegawai koperasi.

Pegawai koperasi lantas mencoba membangunkan si ibu di dalam kamar itu. Dia memegang si ibu di dalam kamar itu.


"Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga," kata Hengky.


Karena kamar gelap, si pegawai koperasi menghidupkan lampu flash di ponselnya. Dia menghidupkan lampu ponsel tanpa sepengetahuan Budianto.


"Pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya. Langsung dia teriak, 'Allahuakbar! Ini sudah mayat!" kata Hengky.


Maka bergegaslah pegawai koperasi itu mengajak teman-temannya pergi dari lokasi.


Temuan Terbaru Kasus

Polisi mengungkap rumah sekeluarga yang tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat, sempat akan dijual pada Mei 2022. Rumah itu hendak dijual seharga Rp 1,2 miliar.


"Akan dijual seharga Rp 1,2 miliar," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (21/11).



Kendati demikian, kata Hengki, ada hal tidak lazim dari proses penjualan rumah tersebut. Salah satu korban, Budiyanto Gunawan (69), langsung menyerahkan sertifikat rumah kepada mediator jual beli rumah.


"Almarhum Budiyanto ini menghubungi secara proaktif kepada saksi ini untuk menjual rumah tersebut. Ada hal yang sangat tidak lazim di sini. Pada saat ditemui mediator ini langsung menyerahkan sertifikat asli," tuturnya.


Hengki melanjutkan rumah tersebut pun akhirnya tak kunjung laku. Mediator kemudian mengembalikan sertifikat rumah tersebut. Namun, Budiyanto disebut tetap meminta sang mediator membawa sertifikat itu.


"Akhirnya dikembalikan sertifikat itu kepada almarhum Budiyanto ini, tetapi ditolak suruh pegang," ungkap Hengki.


Hengki memastikan tidak ada pencurian terhadap barang-barang yang hilang di rumah korban. Hengki mengatakan salah satu korban terungkap menjual barang-barang tersebut sebelum meninggal.


"Dari salah satu komunikasi, ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor ini terkait penjualan barang-barang yang ada di rumah, apakah itu mobil kendaraan, kemudian penjualan AC, kulkas, blender, TV," kata Hengki.



detik.com


Name

ABDUL AZIZ,1,abu tours,10,ACT,3,agus,1,ahmad dhani,62,Ahok,397,ahoker,1,amien rais,4,Anies,16,AniYudhoyono,13,anti virus,1,asian games 2018,2,bahar smith,3,bbm,1,Bela Islam,4,Berita,3427,Berita Islam,14,bom bunuh diri,1,bom medan,12,bom surabaya 13 Mei,29,bpjs,4,corona,278,Daerah,72,data corona,59,debat capres,8,deddy,2,demo,1,demokrat,3,djarot saiful hidayat,21,dki,736,dpr,1,DPR/DPRD,19,Ekonomi,17,enter,1,entertainment,1804,erick tohir,1,fadli zon,42,fahri hamzah,17,farhat,5,first travel,8,FPI,189,ganti presiden,12,garuda,66,gempa bumi,1,gempa palu,6,gerindra,2,Gibran,44,guru honorer,1,habib bahar,1,habib rizieq,4,hatespeech,13,Hukum,239,ILC,17,intermezzo,3,Internasional,329,investasi bodong,2,Iriana Jokowi,4,Isu,1,Jakarta,119,jogja,1,Jokowi,197,jonru,2,Jusuf Kalla,8,Kaesang,49,Kahiyang,9,kampanye akbar Jokowi,1,kasus 22 mei,10,kasus ektp,3,kasus jessica,1,kasus sepakbola,6,kecelakaan,8,keraton agung sejagat,26,Kesehatan,1,Kontroversi,112,korban,1,KPK,1,Kriminal,16,leasing,1,lina sule,82,lion air,62,lucinta luna,71,mafia bola,1,Mario Teguh,3,mata najwa,13,mca,13,menteri susi,10,mudik,1,MUI,12,mulan jameela,1,mustafa nahra,1,najwa,1,nanggala402,12,nas,1,nasioanal,3,nasiona,7,Nasional,5052,News,3,Novel Baswedan,19,NU,46,NUSRON WAHID,3,ojol,3,Olahraga,13,Opini,244,PAN,1,papua,1,Partai,15,pdip,1,pemilu2019,1,Pendidikan,8,Peristiwa,44,Pilgub DKI,203,pilgub sumut,1,pilkada,5,pilkada2018,10,pilpres2019,48,PKB,1,pks,7,poli,1,polirik,1,polisi,1,polit,1,politi,4,Politik,7053,politiki,1,poliyik,1,POLRI,17,prabowo,2,pssi,1,raga,2,Ragam,2973,ragan,3,ratna sarumpaet,103,realcount,2,Revisi UU,1,ridwan kamik,1,ridwan kamil,1,risma,6,s,1,sandiaga uno,11,saracen,1,SBY,39,sehat,1,sejarah,1,sele,2,Seleb,1315,serba serbi,1,setnov,2,sidang MK 2019,35,sinovac,2,SJ182,18,sport,1,sunda empire,14,surat ahmad dhani,4,syilviana,2,T,1,telkomsel,1,Teror,9,teroris riau,2,Tips,2,TNI,10,tol cipularang,8,tommy soeharto,1,topic netizen,758,tragedi 9 mei 2018,22,tre,1,trending topik,1853,UAS,27,UN,1,Unik,1,vaksin,3,zodiak,16,
ltr
item
Berita Heboh: 'Allahuakbar! Ini sudah mayat! Horor Pengakuan Petugas Koperasi Survey Pengajuan Hutang di Keluarga Kalideres
'Allahuakbar! Ini sudah mayat! Horor Pengakuan Petugas Koperasi Survey Pengajuan Hutang di Keluarga Kalideres
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4dMpOcT45Zqh03grW_6JR-9wxYQIVEwgVQKXaVEudHrUGbpqlG8vv7RWE90SOsyjU9ju4OpzSJBnErtCqo6sUqav2yPTgOeaEwEzfuQLXdgF_9Q74po7hn-9KIwoX-iXe_2fdIjwRsJEYL0F4zoSV-Ar1lbft0mh-PEkvqiktb35dFmhKjHUuqEVuQ/w592-h672/kals.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4dMpOcT45Zqh03grW_6JR-9wxYQIVEwgVQKXaVEudHrUGbpqlG8vv7RWE90SOsyjU9ju4OpzSJBnErtCqo6sUqav2yPTgOeaEwEzfuQLXdgF_9Q74po7hn-9KIwoX-iXe_2fdIjwRsJEYL0F4zoSV-Ar1lbft0mh-PEkvqiktb35dFmhKjHUuqEVuQ/s72-w592-c-h672/kals.jpeg
Berita Heboh
http://www.beritaterheboh.com/2022/11/allahuakbar-ini-sudah-mayat-horor.html
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/
http://www.beritaterheboh.com/2022/11/allahuakbar-ini-sudah-mayat-horor.html
true
5276501411807228324
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content